35++ Pepatah Bijak Jawa: Tentang Cinta, Kehidupan, dan Kehilangan
Perjalanan memang tidak akan selalu sejalan dengan harapan, tapi tantangan, ujian yang diluar dugaan bisa menjadi bara semangat mengobarkan semangat juang menuntaskan semangat! Tak hanya soal pengalaman, namun dengan tutur kata yang dapat merogoh semangat pun menjadi salah satu cara yang tepat mengembalikan semangat yang telah luntur. Di sini, Anda akan menemukan berbagai macam kata-kata bijak, peribahasa, dan pepatah Jawa yang sarat akan nilai-nilai luhur. Mari bersama-sama menghayati keindahan bahasa Jawa dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari:
Sepi ing pamrih, rame ing gawe, banter tan mblancangi, dhuwur tan nungkuli
Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih, cepat tanpa harus mendahului, tinggi tanpa harus melebihi
Bibit (garis keturunan), bebet (status
sosial ekonomi), dan bobot (kepribadian dan pendidikan)
Urip iku urup
Hidup itu hendaknya menyala atau memberikan manfaat bagi orang lain di sekitar
ana artinya ada, catur artinya omongan atau
omongan yang tidak enak bisa juga berarti ngrasani, mungkur berarti menghindar
dengan berbalik arah atau membelakangi. Sehingga arti selengkapnya adalah
setiap ada omongan yang tidak enak atau jika diajak untuk ngrasani
(menjelek-jelekkan orang lain) maka tidak mau)
Artinya akhir yang tinggi dimulai dari awal
yang rendah
Benar dihadapan Tuhan yang sedang berkuasa juga ada dua macam, yaitu yang sesuai dengan kebenaran dari Tuhan dan yang tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan.
Manungsa mung ngunduh wohing pakerti
Kehidupan manusia yang baik dan buruk akibat dari perbuatan manusia itu sendiri
Aja dadi wong sing rumangsa bisa lan rumangsa pintar. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa
Jangan menjadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa
Jika sudah ada disyukur, jika belum memiliki nantikan saja, jika sudah pergi lupakan saja, jika hilang ikhlaskanlah
Orang sabar rezekinya luas, mengalah menjadi hidup lebih berkah
Bekerja keras tanpa memandang pamrih, cepat tanpa harus mendahului, tinggi tanpa harus melebihi
Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali
Aku pancen wedi kelangan kowe, nanging aku luwih wedi yen kowe ora nemu bungah merga aku
Aku memang takut kehilanganmu, tetapi aku lebih takut jika kamu tidak menemukan kebahagiaan hanya karena diriku
Boleh menjadi yang utama, tetapi tetap rendah hati
Budi pekerti seseorang bisa terlihat dari tutur kata yang diucapkannya
Beras itu berasal dari padi, putus cinta itu berasal dari sebuah kebohongan
Berpegang teguhlah kepada mimpi, karena jika mimpi mati, itu seperti burung yang sayapnya patah dan tidak dapat terbang
Orang yang menyebabkan keburukan, semua kebaikannya akan terhapus
Ingat dan waspada, sadar dan sabar, hemat dan mengabdi, ikhlas dan tenang
Mencari jodoh jangan hanya memperhatikan warna kulitnya saja, menikah bukan untuk memeras harta seseorang
Lakukan yang kita bisa, selanjutnya serahkan kepada Tuhan
Tidak ada yang salah jika orang yang lebih tua meminta petunjuk atau diajari oleh yang lebih muda
Jika kerbau atau sapi dalam melakukan sesuatu perlu dicambuk, berbeda halnya dengan manusia yang hanya diajak berbicara saja untuk bertindak
Orang yang kurang ilmu atau pikiran
Manungsa mung ngunduh wohing pakarti
Manusia hanya menerima akibat dari perbuatannya sendiri
Berkaca, introspeksi, evaluasi diri, melihat diri sendiri
Berjuang tanpa membawa massa, menang tanpa merendahkan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kaya tanpa didasarkan harta
Tidak usah banyak berbicara, yang penting itu buktinya
Fondasi kesuksesan itu integritas, keyakinan, amanah, karakter yang mulia, cinta, dan setia
Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu sebuah hal yang sangat indah dalam sebuah kehidupan
Walaupun aku sangat membencimu, perasaan di hati ini tidak dapat dibohongi. Rasa sayang yang ada di dalam hati ini hanyalah untukmu
Siapa pun yang bersungguh-sungguh dalam usahanya pasti akan meraih kemuliaan
Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu
Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu yang dapat membawa tingkah lakumu, agar baik biar nasibmu
Hidup di dunia ini hanya sebentar. Semuanya hanyalah caramu menghadapi ujian dari Tuhan
Orang sabar rezekinya luas, hidup mengalah jauh lebih berkah
Jika semua sudah menjadi ketentuan Tuhan, jangan ada lagi hati yang merasa sedih saat menerima cobaan
Jika dirimu mencintai hanya karena wajahnya, lalu bagaimana caramu mencintai Tuhan yang tanpa rupa?
Jika hidup masih dipenuhi dengan hawa nafsu, sesuatu yang bernama kemuliaan pasti akan semakin sulit ditemukan
Berikut ini kata-kata bijak bahasa Jawa Krama yang dapat dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi.
- Ala lan becik iku gegandhengan, kabeh kuwi saka kersaning Pangeran. (Artinya: Suatu kebaikan dan keburukan itu saling beriringan, semua itu atas kehendak Tuhan)
- Angagemen rereh ririh ngatos-atos, den kawang-wang barang laku, ingkang waskitha solahing tiyang. (Artinya: Seyogyanya berlakulah sabar, cermat dan hati-hati, perhatikanlah segala perilaku dan cermatlah perilaku orang lain).
- Dene lamun tan miraos yen amuwus, luwung umandela, ananging ingkang semu wingit, myang den dumeh ing pasmon semu dyatmika. (Artinya: Jika merasa bicaranya tidak berisi, lebih baik diamlah, terutama untuk hal-hal yang penting dan mendalam, bersikaplah tenang)
- Gusti paring pitedah bisa lewat bungah uga lewat susah. (Tuhan memberikan petunjuk bisa melalui bahagia maupun bisa melalui kesusahan).
- Gusti paring margi kangge tiyang ingkang purun wonten ing marginipun. (Tuhan akan memberikan jalan bagi mereka yang mengikuti jalan-Nya).
- Ingkang becik kojahipun, njenengan agem kanthi pasthi. Ingkang ala punika becike disinggahaken, ampun dilakoni (Artinya: Segala sesuatu yang baik, lakukanlah dengan pasti. Sesuatu yang buruk lebih baik disimpan, jangan dilakukan).
- Ketungkul gesangipun kaliyan ampun gadhah kareman marang pepas donya siyang dalu, emut yen gesang manggih antaka. (Artinya: Hiduplah dengan tekun dan hati-hati, jangan mengumbar kesenangan dunia siang malam, ingatlah bahwa hidup berujung kematian)
- Manungsa namung ngunduh wohing pakarti. (Artinya: Manusia di dalam kehidupan itu sebenarnya hanya akan memetik hasil atas sesuatu yang diperbuatnya sendiri).
- Nadyan silih bapa biyung kaki nini, sadulur myang sanak, kalamun muruk tan becik, mboten pantes bilih den anut. (Artinya: Meskipun itu ayah, ibu, kakek, nenek, saudara, atau sanak keluarga, jika memberi ajaran yang salah, tetap tidak pantas diikuti)
- Nrima ing pandum (Artinya: Menerima sesuatu yang diberikan oleh Tuhan).
- Samubarang becik menika gampil menawi sampun ditindakake, langkung awrat menawi dereng ditindakake. Artinya: Perbuatan baik itu gampang jika sudah dijalani, sulit jika belum dilaksanakan).
- Tiyang ingkang andhap asor punika yekti pikantuk penganggep becik. Tiyang mendel punika nyata, wonten ing njaban pakewuh. (Artinya: Orang yang rendah hati, pasti akan dianggap baik. Sementara itu, orang yang diam itu selamat dari bencana lidah).
- Tiyang ingkang mboten manut pituturipun tiyang sepuh tan nemu duraka wonten ing donya praptaning akir, tan wurung kesurang-surang. (Artinya: Orang yang tidak menjunjung nasihat orang tua akan menemui kutukan sengsara di dunia sampai akhirat, dan selalu menderita)
- Tresna niku sanes ingkang dugi saking akal, ananging tresna punika ingkang tumeka wonten ing ati. (Artinya: Cinta itu bukan yang datangnya dari akal, tetapi cinta itu datang dari hati).
- Ulat menika nampani rasaning kalbu, wahyaning wacana, pareng lan netya kaeksi, ingkang waspada wruh pamoring pasang cipta. (Artinya: Mimik wajah itu menunjukkan ekspresi hati, keluarnya tutur kata bersamaan dengan sorot mata, yang waspada akan mampu menilik dalamnya pikiran)
Rujukan Kata-Kata Bijak Jawa:
Endraswara, Suwardi. 2018. Agama Jawa: Ajaran, Amalan, dan Asal-Usul Kejawen. Yogyakarta: Narasi.
Purwanti, Lilik. 2021. Weton: Penentu Praktik Manajemen Laba. Malang: Penerbit Peneleh.
Rudhito, Andy. 2019. Matematika dalam Budaya: Kumpulan Kajian Etnomatematika. Sleman: Garudhawaca.
Jangan malas kamu belum nikah
Jangan malas kamu belum naik haji
Jangan malas kamu masih jomblo
Jangan malas kamu belum bikin rumah
Posting Komentar untuk "35++ Pepatah Bijak Jawa: Tentang Cinta, Kehidupan, dan Kehilangan"