Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ernest Becker dan Islam Melihat Perspektif tentang Manusia dan Kematian

Dalam buku The Denial of Death karya Ernest Becker, penulis menjelaskan bahwa manusia memiliki kesadaran unik yang membedakan mereka dari makhluk lain. Kesadaran ini memungkinkan manusia untuk berpikir secara abstrak tentang diri mereka sendiri, termasuk konsep kematian. Becker menggabungkan pemikiran psikoanalisis, filsafat, dan antropologi untuk menjelaskan bagaimana manusia menghadapi ketakutan akan kematian dan bagaimana hal ini memengaruhi perilaku mereka.

Berikut adalah dua poin yang Anda sebutkan, dikaitkan dengan teori Becker dan perspektif Islam:

1. Manusia sebagai Makhluk yang Unik karena Kemampuan Berpikir Abstrak

Becker menekankan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang menyadari keberadaan mereka sendiri dan mampu memikirkan kematian. Misalkan kucing tidak memikirkan kesalahan masalalu mereka, monyet tidak bisa berdebat dengan kemungikinan di masa depan, ikan tidak akan berkumpul sambil ingin tahu apakan ikan laina kan menyukainya apabila memiliki sirip panjang. Manusia memiliki kemampuan untuk membayangkan diri sendiri dalam setiap saat, merenungkan baik masa lalu atau masa depannya. Kesadaran ini menciptakan "paradoks eksistensial": di satu sisi, manusia memiliki dorongan untuk hidup dan bertahan, tetapi di sisi lain, mereka menyadari bahwa kematian adalah takdir yang tak terhindarkan. 

Dalam Islam, manusia juga dianggap unik karena diberi akal ('aql) yang memungkinkan mereka untuk memahami keberadaan Allah, tujuan hidup, dan kehidupan setelah kematian. Al-Qur'an sering mengajak manusia untuk merenungkan diri mereka sendiri dan alam semesta sebagai tanda-tanda kebesaran Allah (misalnya, QS. Ali Imran: 190-191). Namun, Islam menekankan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan akhirat.

Dalam konsep Becker kita diarahkan untuk menggunakan kesadaran ini untuk merenungi makna hidup. Seperti memikirkan nilai-nilai apa yang harus di pegang, apa kontribusi yang harus diberikan untuk sekitar. Islam juga bergerak pada jalurnya agar merenungi bahwa manusia adalah khalifah di bumi, sebagai khalifah sudah seharusnya menjaga dan melestarikan semuanya, kemudian muhasabah (evaluasi diri) secara rutin untuk menimbang amal dan niat dalam beribadah.

2. Dua Diri: Diri Fisik dan Diri Konseptual  

Becker menjelaskan bahwa manusia memiliki dua diri:  

- Diri Fisik: Tubuh biologis yang rentan terhadap kematian.  

- Diri Konseptual: Identitas simbolis atau "diri simbolis" yang diciptakan manusia untuk melampaui keterbatasan fisik mereka. Diri konseptual ini mencakup nilai-nilai, keyakinan, dan proyek-proyek yang memberikan makna hidup.  

Dalam Islam, konsep ini dapat dikaitkan dengan dualitas antara tubuh (jasad) dan jiwa (ruh). Tubuh adalah aspek fisik yang fana, sedangkan jiwa adalah aspek immaterial yang abadi. Islam juga menekankan pentingnya amal dan niat sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, yang dapat dilihat sebagai upaya untuk melampaui keterbatasan fisik dan mencapai keselamatan di akhirat.

Arti dari ungkapan di atas Becker sejalan dengan ajaran Islam. Secara pengaplikasian di kehidupan sehari-hari manusia harus fokus memberikan makna dalam hidupnya. seperti hubungan dengan keluarga, kontribusi sosial, atau pengembangan diri. Kemudian membangun identitas positif berdasarkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab. 

Dalam ajaran Islam angun identitas sebagai hamba Allah yang taat dan bermanfaat bagi sesama. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR. Ahmad). Lakukan amal shaleh, baik kecil maupun besar, seperti membantu orang lain, bersedekah, atau mengajarkan ilmu.

Sebagian manusia meninggalkan kesan hidupnya dengan membuat rumah dengan nama mereka, membuat museum dengan nama mereka dan lainnya. Seperti menulis buku dan di sebarkan ke seluruh dunia. Setiap orang punya caranya masing-masing.

Dengan demikian, meskipun Becker dan Islam memiliki pendekatan yang berbeda dalam memahami kematian, keduanya sepakat bahwa kesadaran akan kematian memainkan peran sentral dalam membentuk perilaku dan nilai-nilai manusia.

Posting Komentar untuk "Ernest Becker dan Islam Melihat Perspektif tentang Manusia dan Kematian"