Hubungan Buku The Subtle Art of Not Giving a F*ck (Seni Untuk Bersikap Bodo Amat) karya Mark Manson dengan Islam
Sebelumnya terimakasih teman telah membaca tulisan ini. Oiya, kita pernah review buku "The Subtle Art of Not Giving a F*ck" (Seni untuk Bersikap Bodo Amat) karya Mark Manson di review #13. Kali ini aku mau hubungkan buku Mark Manson dengan agama Islam, karena isi buku ini sangat menarik di bahas, yang isinya menyampaikan pesan tentang pentingnya memilih hal-hal yang benar-benar layak untuk diperhatikan dalam hidup.
Manson menekankan bahwa kita tidak bisa peduli pada segala hal, karena itu akan menguras energi dan kebahagiaan kita. Sebaliknya, kita perlu fokus pada nilai-nilai dan tujuan yang benar-benar penting bagi kita, serta menerima kenyataan bahwa hidup tidak selalu mudah atau adil. Tidak jauh dengan apa yang telah kita pelajari di agama Islam, juga mengajarkan yang demikian. Berikut pesan yang bisa kita ambil hikmahnya:
1. Prioritaskan Hal yang Penting, Alih-alih mencoba peduli pada semua hal, fokuslah pada hal-hal yang benar-benar bermakna bagi hidupmu. Semakin banyak sesuatu yang kamu kerjakan maka kamu tidak akan sepenuhnya bisa menikmati hidupmu, apabila bisa fokus pada sesuatu yang penting akan mendorong dirimu maksimal dan lebih banyak waktu dalam mengerjakannya.
Dalam Islam, kita diajarkan untuk fokus pada hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah (taqwa) dan menghindari hal-hal yang sia-sia. Seperti dalam QS. Al-Mu'minun (23): 3, "Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna." Hal ini menekankan pentingnya memilih hal yang layak diperhatikan, yang sejalan dengan konsep Islam tentang menggunakan waktu dan energi untuk hal-hal yang bermanfaat (amal shalih).
2. Terima Ketidaknyamanan, dalam hidup penuh dengan tantangan dan penderitaan, tetapi kita bisa memilih penderitaan yang berarti (misalnya, berjuang untuk tujuan yang baik). Setiap langkah yang kita pilih sebenarnya menuju pada jalan yang tidak pernah kita ketahui sepenuhnya kondisinya. Namun, kita bisa tahu arahnya kemana, maka fokuslah pada arah tujuan kemana kamu berjalan.
Islam mengajarkan bahwa hidup adalah ujian, dan kita harus sabar menghadapi kesulitan. Manson juga menekankan bahwa penderitaan adalah bagian dari hidup, dan kita bisa memilih penderitaan yang bermakna. Sabar (صَبْر) dalam Islam adalah nilai utama dalam menghadapi cobaan, yang sejalan dengan pesan Manson untuk menerima ketidaknyamanan sebagai bagian dari proses hidup.
3. Jangan Takut Gagal, kegagalan adalah bagian dari proses belajar dan tumbuh. Manson telah memberikan bukti nyata pada cerita pada bukunya yang telah mengajarkan kepada pembacanya agar terus bangkit sekalipun orang-orang sekitar tidak melihat perjuanganmu, namun jawabannya adalah Tuhan tidak pernah Tidur. Teruslah berjuang dengan diiringi kejujuran.
Islam mengajarkan kejujuran (shiddiq) dan tanggung jawab atas tindakan kita. Manson menekankan pentingnya mengenali nilai-nilai diri dan bertanggung jawab atas pilihan hidup. Dalam Islam, kita diajarkan untuk introspeksi diri (muhasabah) dan memperbaiki diri secara terus-menerus.
4. Bersikap Jujur pada Diri Sendiri, kenali nilai-nilai dan prioritasmu, dan jangan biarkan tekanan sosial mengendalikan hidupmu. Pemalsuan identitasmu sebenarnya ini awal mula kehancuran nilai pada dirimu sendiri. Dalam Islam, kita diajarkan untuk lebih fokus pada ridha Allah daripada mencari validasi dari manusia. Sebab apa yang kita tampilkan dengan sebenarnya yang terjadi, maka orang akan melihat keaslian dan kemampuan dirimu.
Salah satu pondasi penting dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan adalah dengan senantiasa berkata jujur dalam beraktivitas, berinteraksi, bermasyarakat dan dalam semua kegiatan sehari-hari. Jujur merupakan ciri khas dan karakter yang ada dalam diri semua umat Islam yang tidak bisa dipisahkan. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS Al-Ahzab, [33]: 70).
Merujuk penjelasan Imam at-Thabari dalam dalam kitab Tafsir Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur’an (juz XX, halaman 336), frasa qaulan sadidan pada ayat di atas memiliki makna perkataan yang jujur. Artinya, kita semua sebagai orang beriman harus selalu jujur dalam semua tindakan dan perkataan sehari-hari. Apapun itu walaupun hal kecil di dalam rumah harus selalu dengan kejujuran.
Buku "Seni untuk Bersikap Bodo Amat" memberikan perspektif tentang pentingnya memilih hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup dan menerima ketidaknyamanan sebagai bagian dari proses. Pesan ini dapat selaras dengan prinsip Islam jika diarahkan pada nilai-nilai yang sesuai dengan syariat. Namun, penting untuk selalu menguji setiap ide atau filosofi dengan ajaran Islam untuk memastikan kesesuaiannya.
Perbedaan Pendapat
Meskipun ada kesamaan, ada juga perbedaan mendasar antara filosofi Manson dan ajaran Islam. Manson menekankan individualisme dan memilih nilai-nilai berdasarkan preferensi pribadi, sementara Islam memberikan panduan yang jelas tentang nilai-nilai yang harus dipegang (seperti tauhid, keadilan, dan amal shalih) berdasarkan wahyu Allah.
Posting Komentar untuk "Hubungan Buku The Subtle Art of Not Giving a F*ck (Seni Untuk Bersikap Bodo Amat) karya Mark Manson dengan Islam"