Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review Buku #20: The Almanack of Naval Ravikant Karya Eric Jorgenson

Judul Buku:The Almanack of Naval Ravikant
Penulis: Eric Jorgenson (berdasarkan pemikiran Naval Ravikant)
Penerbit: Baca PT. Bentara Aksara Cahaya
ISBN: 978-602-6468-74-5
Hlmn:245
Cetakan Pertama: Mei 2022

The Almanack of Naval Ravikant adalah kompilasi kebijaksanaan, prinsip hidup, dan pandangan mendalam dari Naval Ravikant, seorang entrepreneur, investor, dan pemikir modern yang terkenal dengan filosofi hidupnya yang unik. Sudah tahukan bahasan buku ini tentang apa? melihat dari pekerjaan Naval sudah menggambarkan bahasan dari buku ini. Buku ini bukan sekadar panduan sukses, tetapi lebih seperti peta jalan untuk mencapai kebahagiaan, kebebasan, dan kekayaan, baik secara materi maupun spiritual. Naval Ravikant membagikan pemikirannya tentang berbagai topik, mulai dari karier, investasi, kebahagiaan, hingga makna hidup.

Kutipan di awal yang akan kamu dapatkan kalau membaca buku ini 

"Menghasilkan uang bukanlah pekerjaan yang anda tekuni, melainkan keterampilan yang anda tekuni"

Tak hanya itu, Naval di awal bukunya sudah memberi tips menjadi kaya (tanpa keberuntungan), kesimpulan yang dapat aku mengerti yaitu "apabila ingin menjadi kaya jadilah orang yang produktif dan kekayaan bukan hanya kamu dapatkan saat kamu bekerja tetapi saat kamu tidur uang tetap masuk dalam rekening bankmu"

Terlalu banyak pelajaran kalau kalian membaca buku ini, aku pikir ini buku sangat penting kamu baca dalam membangun bisnis atau pekerjaan. Kemudian, di buku ini menyediakan versi e-book yang bisa kamu unduh. 

Kelebihan Buku

1. Kebijaksanaan yang Padat dan Praktis

Buku ini penuh dengan kutipan-kutipan bijak dan prinsip hidup Naval Ravikant yang bisa langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Naval dikenal dengan kemampuannya menyederhanakan konsep-konsep kompleks menjadi ide yang mudah dipahami dan dijalankan.

2. Gaya Penulisan yang Ringan dan Mudah Dicerna

Meskipun membahas topik yang dalam, buku ini ditulis dengan gaya yang ringan dan tidak bertele-tele. Setiap bab disusun secara tematis, sehingga pembaca bisa melompat ke topik yang paling relevan dengan kebutuhan mereka.

3. Gabungan antara Keberhasilan Finansial dan Kebahagiaan

Naval tidak hanya fokus pada cara menghasilkan uang atau membangun kekayaan, tetapi juga menekankan pentingnya kebahagiaan dan keseimbangan hidup. Buku ini mengajarkan bahwa kekayaan tanpa kebahagiaan adalah sia-sia.

4. Relevan untuk Berbagai Kalangan

Baik Anda seorang entrepreneur, profesional, atau sekadar seseorang yang sedang mencari makna hidup, buku ini memiliki sesuatu untuk ditawarkan. Naval membahas topik universal seperti kebahagiaan, kebebasan, dan pertumbuhan pribadi.

Kekurangan Buku

1. Tidak Mendalam pada Beberapa Topik 

Karena buku ini adalah kompilasi pemikiran Naval Ravikant, beberapa topik mungkin terasa kurang mendalam. Pembaca yang menginginkan analisis lebih detail mungkin perlu mencari sumber tambahan.

2. Beberapa Ide Bersifat Subjektif

Naval Ravikant memiliki pandangan yang unik dan terkadang kontroversial (misalnya, tentang bekerja keras atau hubungan interpersonal). Beberapa pembaca mungkin tidak sepenuhnya setuju dengan pendapatnya. Karena tiap pembaca punya pengalaman ceritanya masing-masing sehingga bisa jadi tidak sama dalam materi yang di sampaikan Noval

Kebahagiaan, cinta, dan hasrat bukan hal-hal yang kita temukan, itu adalah pilihan-pilihan yang kita ambil

The Almanack of Naval Ravikant adalah buku yang penuh dengan kebijaksanaan praktis dan inspiratif. Naval Ravikant berhasil menggabungkan konsep-konsep tentang kekayaan, kebahagiaan, dan kebebasan dalam cara yang mudah dipahami dan diaplikasikan. Buku ini cocok untuk siapa pun yang ingin merenungkan hidup, meningkatkan kualitas diri, dan mencapai kebebasan finansial maupun emosional. Buku ini sangat direkomendasikan untuk para pembaca yang menyukai pengembangan diri, filosofi hidup, atau kewirausahaan. 

Posting Komentar untuk "Review Buku #20: The Almanack of Naval Ravikant Karya Eric Jorgenson"